Disana Untuk Namamu yang Tertulis

Setangkup rindu ini selalu ku kirimkan
pada diamku mencintai rasamu
masih selalu mengalir hening, diam mencintai kemudian mengeringkan genangan resah karena banyak selimut waktu yang terbiar

Nurani kita masing-masing mungkin
belum lelah untuk bersapa walau tanpa pesan diam tanpa senyum di setiap ujar
diperaduanmu ku hitung bias mendung
karna ku tak ingin menangis bersama rumput walau selalu menitipkan sisa asa di bulir embun

masih dalam diam cinta ini...dikejauhan aku diam melihat dan mencatat
selalu dalam kerapuhan menabrak rindu
seperti daun kering tertiup dan jatuh
berserak dan tertebar..kemana ku arahkan?

Masih dalam diamku..pernah ku kabarkan sebait rindu dari kedalaman air mataku yg bisu yang muaranya berpaut di ceruk hati, namun sapu tanganku tak mampu hapus lukanya tak cukup menjelaskan bahwa diamku ini mencintaimu

Untukmu di nun kejauhan
aku tak pernah letih menabur harap di negeri setiaku, selalu menyusun kata bertabik di kejauhanku, sedang santun senantiasa ku jaga menghias semangat di perapian zaman yang tak pernah ragu untuk menjawab ''iya aku mencintaimu dalam diamku''

rindu ini terlalu pendek untuk ku ceritakan padamu teruslah menyapa sapa
yang selalu ku tinggalkan di puncak malam. Genapkanlah asa yang setengah lagi lalu berikan tanda seru pada kisah ini
Jangan berikan koma sebagai tanda jeda
pada sebuah jawab dalam diamku
di Lauhful Mahfudz, ku ingin rangkaian namamu tertulis untukku

Komentar

Postingan Populer