Dahulu, Pernah....

Pernah ada rasa yang timbul dari relung hati ketika netra kita bertemu tatap. Kala itu, kita bertemu di sebuah stasiun kereta dalam rinai gerimis yang sedikit deras. Aku ingat, kali pertama aku menawarkan sebotol teh padamu sebab rasa lapar akibat puasa menyergap begitu saja. Klasik memang. Namun, aku merasa gemetar menjalar ke sekujur tubuhku. Aku bersaksi, saat itu juga bumi seakan berhenti berotasi dan aku menyadari bahwa aku telah jatuh hati padamu.

Tanpa kusadari, aku membiarkanmu menjadi rumah dalam tiap bait puisi yang kutulis. Kamu menjadi alunan melodi yang selalu kunyanyikan dengan iringan gitar. Kamu telah menjadi satu-satunya bunga mimpi yang selalu hadir dalam tidurku. Seiring waktu pun kita lewati bersama. Canda-tawa, luka, duka telah melebur menjadi satu dalam kisah kita. Namun, tidak berakhir dengan indah seperti negeri dongeng sebab badai telah menghadang di ujung sana. Di hadapan kita, kamu bersiap untuk menghancurkan segala yang telah dirajut mati-matian. Kamu bersedia merobek kenangan romantis yang sudah menjadi bumbu pemanis dalam kisah kita.

Sedangkan aku kita, berdiri di sini. Kakiku sudah berdiri kokoh untuk menerjang badai. Namun, naasnya kamu memilih untuk kalah. Kamu telah kalah sebelum badai tiba. Kamu memilih untuk undur diri dan meninggalkanku sendirian di sini. Kamu memilih untuk menamatkan kisah kita yang belum sepenuhnya usai. Kamu memintaku untuk mencintai pria lain yang lebih menyayangiku, padahal mauku kamu. Lalu, kamu pergi melintasi samudera agar mudah menghilangkanku dari pikiran, katamu saat itu.

Lantas, semudah itu kamu membiarkanku tenggelam dalam harapan? Mengapa kamu tidak menenggelamkanku saja dalam lautan sedu biar aku tidak muncul lagi ke permukaan? Aku memang menginginkanmu kembali. Tetapi, aku lebih memilih untuk tenggelam bersamamu meski hal itu tak akan pernah terjadi. Kita sudah menjadi bayang semu di antara kabut-kabut tebal yang menari di atas bukit. Kamu membuatku sadar bahwa dirimu bukanlah peluk yang akan kucari lagi, kapan pun itu.

Komentar

Postingan Populer