Adakah yang Lebih Romantis?

Adakah yang lebih romantis?
Dari doa-doa yang tercecer setelah sujud, dilimpahkan segala harapan terbaik untuk kehidupan orang terkasih

Menjadikannya tabah dalam gelisah. Derai air mata melimpah, demi satu nama agar bahagia meski harus ada yang patah.

Adakah yang lebih romantis?
Dari penantian panjang di penghujung mayapada, lenyapnya putus asa mengubah hikmat dalam dada.

Menunggu sampai tak tahu kapan harus berhenti, sampai terlupa bahwa jiwa sudah tuntas tersakiti, tanpa ada pengganti.

Adakah yang lebih romantis?
Dari nestapa yang dirasakan seorang ibu, rela berjuang hingga mati supaya sang anak tetap hidup.

Biar dirinya yang menuju ilahi daripada harus ada yang disudahi.
Menjadikannya luruh dalam nirwana, kekal abadi menjelma makna.

Adakah yang lebih romantis?
Dari peluh keringat seorang ayah, bekerja sekeras mungkin asal keluarganya senantiasa makmur sentosa.

Tak peduli darah mengucur dalam bulir sanubari, apa yang dibutuhkan
pasti ia nafkahi, apa yang diinginkan pasti ia penuhi, kelebihan ia anugerahi.

Adakah yang lebih romantis?
Dari Cinta seorang kakak pada adiknya,
bersedia mengalah asal adiknya tak menangis.

Membuatnya meringis karena mesti menahan dengan sadis. Menjaga kenyamanan, memberikan sayang atas dasar ketulusan.

Adakah yang lebih romantis?
Dari haru biru seorang adik pada kakaknya, panutan yang  selamanya ia segani, sebagai contoh sosok yang paling berani.

Kebanggaan di setiap situasi, bersama lekat layaknya fragmentasi.
Pertengkaran kecil adalah tanda saling afeksi.

Dan adakah yang lebih romantis?
Dari keagungan Tuhan pada hamba-Nya,
ampunan tiada batas, pintu tobat terbuka sangat bebas.

Tatkala yang Iain pergi, ia selalu di sisi. Tatkala yang Iain menganggapmu sampah, Ia hadir meredam gundah. Maha suci Allah tak kenal lelah.

Adakah yang lebih romantis?

(Anissa.syakiraa)

Komentar

Postingan Populer