Perkara Berjarak

Nyata namun fana.
Di bawah langit yang sama, namun beda pijakan.
Ada banyak bayang buyar.
Ada juga memori berlalu lalang di dalam sel ingatan.

Bermodal waktu, hati, dan kepercayaan.
Berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri.
Mengejar kebahagiaan tanpa meminta.
Barang sentimental bisa berperan menjadi obat rindu.

Kalimat "aku percaya padamu" menjadi pondasi.
Sesungguhnya kata "percaya"  itu berat bagiku.
Saat kuputuskan mengucapkan kalimat itu padamu tidaklah ringan
Butuh negosiasi yang panjang dengan Rabbku

Perkara jarak tak masalah.
Nyatanya rasa ini lebih kuat ketimbang jika ada sosok yang selalu didepan mata.
Dewasa, tulus, dan ikhlas, menjadi buah manisnya kelak.
Terima kasih, telah jauh di raga.
Terima kasih, telah tumbuh bagai melati.
Tetaplah begitu,
Membisu tanpa sapa,
Merindu tanpa jumpa,
Sampai waktu dan jarak akhirnya berkata
"Sudah saatnya kalian bersama"

Komentar

Postingan Populer