Kesendirianku
Dengan banyaknya tawaran berkedok kepedulian, seharusnya tak satupun kuberi kepercayaan. Maksudku, untuk membedakan mana keingintahuan dan kepedulian saja aku tak bisa, apalagi dengan gegabah mempercayainya?
Untuk berbagi luka, derita, trauma dan air mata. Kuhentikan sampai di sini saja, yang telanjur biarlah mereka ada padamu namun jangan sampai ada rasa iba di sana. Tapi sudah, aku sudah cukup membuat susah, aku tak akan datang pada siapa-siapa setelahnya.
Ada beberapa hal yang harus kubagi hanya untuk diriku sendiri, kau tak perlu turut andil. Aku akan menyimpannya sendiri, bercerita pada diri sendiri, menangis pada diri sendiri dan menyelesaikannya sendiri. Bukan karena tak ada lagi yang bisa kujadikan teman tumpah tapi karena aku sudah tak ingin lagi percaya dan membuat susah.
Percayalah aku ingin sembuh pada akhirnya. Aku tak ingin lagi lari dan merasa membuat susah. Aku tak ingin meninggalkan siapa-siapa, tapi untuk kali ini aku tak ingin disentuh oleh banyak jiwa, aku hanya ingin sendiri sampai pulih seutuhnya. Aku hanya ingin sendiri sampai waktu yang tak ditentukan.
Aku tentu akan baik-baik saja dan seperti manusia pada umumnya,. Aku masih akan tertawa meski di dalamku tidak. Aku masih akan terlihat ceria meski inginku menangis sejadi-jadinya. Tapi tak apa, nantinya aku akan terbiasa dalam kesendirian dan tak mengharapkan siapa-siapa. Aku pasti akan baik-baik saja.
Komentar
Posting Komentar