Pelaku Bertopeng Korban
Aku pernah mencintaimu dahulu. Iya, tepat sekali dahulu aku pernah mencintaimu, hingga ada satu titik di mana aku menyadari, bahwa aku salah. Aku salah mencintamu
Sebentar kukoreksi kembali, ada yang salah dengan kita bukan? Aku mencintaimu dan kamu mencintai kami. Ia dan aku. Namun pada akhirnya kamu memilihnya dan aku memilih pergi, mencari tuan yang bisa mencintaiku seutuhnya tanpa harus berbagi.
Pergi bukan untuk tanggal, namun aku hanya menyekatkan hatiku untukmu. Waktu berputar pada porosnya.
Lalu kamu yang mulai sendiri, kamu yang mulai dekat dengan puan-puan barumu. Persetan bukan? Aku marah sendiri terkadang denganmu, dengan menasehati “jangan mudah jatuh cinta, jangan mudah terbawa perasaan, jangan dekatin semua wanita”, ataupun mendengarkan kisahmu dengan beberapa gadis termasuk sahabatku, tak pernah ku hiraukan"
Baik, berhenti menangis. Aku hanya tak ingin kembali jatuh padamu. Pada perasaan kita dahulu.
Katakan padaku, katakan. Aku harus seperti apa terhadapmu? Jika kamu hanya menganggapku sahabatmu. Maka, sikapkan aku layaknya seperti seorang sahabat. Aku tersiksa sendiri, aku berani bersumpah dengan itu.
Dan air mataku, kembali lolos dengan beralasan.
“Aku ke toilet sebentar”.
Aku bersumpah, aku tak membohongimu
Aku hanya menyembunyikan perasaanku, mulai dari saat itu, saat kamu memilihnya.
Komentar
Posting Komentar