Hujan Menjelang Petang
Apa kabarmu hari ini?
Belakangan ini, hujan turun tiap petang. Aku jadi punya kesempatan untuk diam lebih lama dalam rumah. Bagaimana kondisi tubuhmu hari ini? Jangan lupa jaga kesehatan, cukup minum air putih dan makan.
Kemarilah sebentar bila kau merasa lelah. Ceritakan padaku tentang segala gundah dan bahagia. Bagaimana harimu tadi? Kau bisa menceritakan tentang bagaimana kau hampir menumpahkan kopi pada kemeja yang baru kau beli, atau mungkin tentang temanmu yang tak sengaja salah seragam dan dimarahi, atau mungkin tentang perkembangan adik bungsumu yang paling kau sayangi.
Duduklah sejenak di sini, lepaskan mantel berat yang kau pakai sejak tadi. Tumpahkan semua keluh kesahmu yang sedari dulu bersembunyi.
Tunjukkan padaku mana yang luka dan terasa perih. Aku hanya ingin mengobati. Aku hanya ingin mencintaimu tanpa pamrih.
Pejamkan matamu nanti saat kau sudah selesai bercerita. Tak perlu bertanya hariku tadi seperti apa, yang kuinginkan sekarang hanyalah menjadi tempatmu bersandar sampai pekat sedihmu musnah.
Mari kuajak kau menjelajah kamarku menggunakan kaus kaki empuk yang memeluk hangat jemarimu. Kutuntun dirimu yang sedang memejam dan bayangkan kita sedang kabur dalam liburan singkat ke negri khayalan. Berdansalah denganku sambil memejam, agar yang kau lihat adalah gemintang yang mengelilingi kita sambil bertepuk tangan.
Singgahlah. Menangislah. Ceritakanlah. Dan pergi nanti saat kau sudah merasa lebih bahagia.
Kau akan baik-baik saja.
Tunjukkan padaku mana yang luka dan terasa perih.
Aku hanya ingin mengobati.
Aku hanya ingin mencintaimu tanpa pamrih.
Komentar
Posting Komentar