Pertemuan Sosok Aku dan Dia
Dulu, aku adalah manusia yang takut merasakan jatuh cinta. Entah bisa dibilang aku phobia atau semacamnya, yang jelas aku benar-benar takut merasakannya. Bukan karena apa, aku hanya tak ingin merasakan patah hati. Karena aku tau, hatiku mudah rapuh dan patah.
Namun disamping hal itu, keadaan berubah disaat Rabbku mempertemukan kita dengan cara tak terduga. Tuhan pertemukan melalui beberapa lembar kertas elektronik bernama proposal ta'aruf tanpa aba-aba untukku sebelumnya
21 tahun usia hidupku kita tidak saling mengenal sedikitpun, tidak saling sapa, tidak saling bercengkrama, asing benar benar asing dan aku adalah wanita yang terakhir kali kamu kenal, setelah mereka semua.
Melalui Istikharah panjang, Aku dan hatiku menerima segala kuasa Tuhan atas signal signal yang kutangkap melalui mengembaraan sepertiga malamku. Seperti yang kamu bilang, Tuhan punya rencana yang lebih baik dan indah dan yang harus ku lakukan adalah mengembalikan segala keputusan kepada Rabb yang jiwaku berada dalam genggamannya
Ku harap, sosok dia yang nanti menemaniku adalah laki-laki yang tak memiliki rasa bosan dalam membimbingku dan menemaniku menjalani hidup diatas mimbar taqwa
Komentar
Posting Komentar