Kamu Tidak Pantas

Kukira kamu memintaku untuk bertahan dan menguatkan kepercayaan.

Ternyata tidak. Aku sudah salah mengartikan semua yang pernah kamu lontarkan.

Ternyata kamu menyuruhku mundur, kamu memintaku pergi dengan cara yang sedemikian halus dan membuat rasaku lebur.

Aku masih ingat saat bagaimana kamu menjadikanku tempat ternyaman untuk menyimpan isi hatimu.
Saat bagaimana kamu mengatakan bahwa aku adalah orang yang tulus dalam mendengarkan.
Juga saat bagaimana kamu bilang bahwa hadirku untukmu adalah sebuah ketenangan.

Aku sempat merasa dilambungkan sebegitu tinggi dengan semua harapan yang pernah kamu beri.
Aku sempat mengira bahwa kamu memang benar-benar memilihku untuk menjadi tempatmu menjatuhkan hati.

Tetapi, aku menerima sebuah kenyataan yang pahit sekarang.
Aku sadar bahwa kamu telah berbohong.
Aku sadar, bahwa kamu bukan orang yang tepat untuk menemani hari-hariku nanti.

Tidak, aku tidak sakit hati, sama sekali tidak.
Aku tak pernah merasa dikhianati karena kamu berbohong padaku.

Aku merasa kamu bukan orang yang tepat karena kamu berbohong pada dirimu sendiri, perasaanmu sendiri.

Kamu bilang kamu belum bisa membuka hati, kamu bilang kamu masih mengobati luka dari masa lalu yang masih membelenggumu.

Dan dengan bodohnya kukira kamu memintaku untuk menanti, menemani hingga kamu sembuh dari lukamu sendiri.

Tapi kenyataannya sekarang berbalik. Kamu berbohong, kamu memilih pergi dan meninggalkanku tanpa sedikitpun ucapan pamit.

Kamu menjatuhkan hati ke lain orang. Tidak apa-apa. Kamu berhak melakukannya, dan aku tidak punya kuasa dalam mengatur apa yang hatimu mau.

Terimakasih, telah memberiku segelintir senyuman dari afeksimu yang begitu manis, walaupun pada akhirnya harus kusangkal dengan perasaan miris.

Dedikasi untuk Nissa.
Kamu tidak pantas disia-siakan siapapun.

Kisah Silam

Komentar

Postingan Populer