Syiah Selebriti

Menentang Syi-ah Tapi Menganggap Pacaran Halal
 
Di bulan puasa ini, You tube Rans Entertainment, mengundang pasangan Thoriq Halilintar dan Fuji, bersama Habib Ja’far di acara KePoin Ramadhan.

“Habib, kalau misalnya pacaran gitu dalam Islam itu sebenarnya gimana sih?” tanya Nagita Slavina.

Sontak Fuji yang berada di sebelahnya merasa tersindir.

Dalam banyak pemberitaan media sekuler, liberal jawaban Habib Ja’far dinarasikan seperti ini. Salah satu contoh dilansir dari berita suara. com.

Habid Ja’far menjawab pertanyaan Nagita Slavina terkait hukum pacaran dalam Islam dengan PANDANGAN YANG MENYEJUKKAN, alih-alih langsung mengharamkan.

“Jadi gini hukumnya tergantung, dalam Islam itu ada namanya taaruf dan TAARUF itu BISA DISEBUT juga PACARAN. Artinya keduanya itu saling mengenal dan saling berkomitmen untuk menikah,” jawab si Habib.

“Perkara nanti jadi atau nggak terserah. Tapi komitmen untuk menikah itu penting. Karena kalau misalnya yah Thoriq sama Fuji niatnya mau nikah, maka Thoriq bakal jaga Fuji sebaik-baiknya,” tambah si Habib lagi.

“Pokoknya kehormatan Fuji harus dijaga dengan baik. Karena dia tahu Fuji akan menjadi pelengkap imannya dan rahimnya Fuji akan jadi rahim bagi anak-anaknya Thoriq,” pungkas si Habib.

Di sela-sela keterangan si Habib, nyonya pemilik channel youtube menyahut dengan semangat.

“Ohh gitu ...”

Sejukkah?
Kalau saya sih, benci.

Benci bukan sama orang-orangnya, ya. Tapi perbuatan dan sikapnya. Sebab orang bisa saja bertobat. 

Saya secara subjektif menurut apa yang saya yakini menerjemahkan narasi di atas seperti ini.

Tokoh syi-ah menjawab pertanyaan Nyonya sultan fa-sik, dengan mencampurkan antara hukum yang haram dengan halal.

Maka hati-hati kalau mau mengidolakan seleb, atau siapa saja yang masih tergolong dalam golongan kaum fa-sik yaitu orang yang masih melanggar syariat Allah.

“Jangan fa-na-tik dan bawa agama teruslah!”
“Santai saja hidup!”
“Mereka ada baiknya kok!”

Inilah yang bikin syi-ah yang dibungkus ajaran liberal lebih cepat merasuk dalam hati umat Islam kebanyakan.

Cukup jadi baik, untuk masuk surga.
Baik itu standarnya di Islam, pertama harus benar dulu syariatnya. Kalau sudah benar bisa jadi baik. Yang sudah menjalankan syariat saja pun belum tentu langkahnya bisa benar. 

Manusia mutlak tak ada yang sempurna. Tapi belajarlah dengan melihat dan menilai sesuatu pertama dari kacamata syariat.

“Ya gak gitu, juga. Syariat mah syariat, itu kan cuma idola, gak ada hubungan sama syariat! Hidup di dunia, ribet amat! Akhirat mah beda nanti!”

Saya dulu gitu. Empat puluh tahun hidup di dunia. Lebih banyak saya habiskan berpandangan hidup liberal. Belajar dan menyadari prinsip kalimat yang pernah saya banggakan sebagai mahluk baik dan berperikemanusiaan tinggi, salah menurut syariat.

Gimana bisa akhirat sama dunia terpisah?
Bekal akhirat diambil dari dunia. Kagum sama idol fa-sik, tak sadar akan punya pandangan hidup yang sama.

Dunia dulu, akhirat nantilah. Gimana bisa? Sedangkan satu yang pasti itu kematian. Pulang kepada Allah.

Lanjut ke topik pacaran.
Para ‘sultan’ yang diberi predikat saleh, saleha, suka sedekah, baik hati, dan menginspirasi itu bagaimana pandangan hidupnya?

Ambil lingkaran kecil yang berhubungan dengan empat orang di atas.

Viral pertemuan King Faaz dan Arsy Hermansyah di acara ulang tahun King Faaz yang kesepuluh.

Inilah kaum fa-sik yang banyak diidolakan terutama para emak-emak yang ingin kehidupan mewah dan glamour seperti mereka. Para keluarga panutan yang dicap kuat keislamannya.  

Arsy datang hanya ditemani pengasuh ke pesta yang diundang laki-laki dan sepupunya, tanpa mahram pendamping. 

Lanjut tayangan, King Faaz minta ditemani kemudian mengandeng tangan Arsy, yang sontak didukung semua yang hadir.

So sweet?? Bikin baper??

King Faaz video call, hanya untuk lihat Arsy pakai hijab. Bocah laki-laki itu juga menghadiahkan Al Quran berwarna pink untuk Arsy.

Islami banget kan?
Iyes, buat yang belum paham syariat.
Padahal kedua anak itu masih di bawah umur. Direstui bertingkah mesra di depan orang banyak. Bagaimana kalau sudah lebih dewasa? Wajar mereka, liburan berduaan, sampai ke luar negeri sebagai couple goals?

Lanjut dukungan juga datang dari sang kakak Aurel Hermansyah, yang makin disukai karena dianggap sudah berhijrah dengan berhijab.

Sampai di sini, ada lingkaran kecil yang saya maksud tadi, ya. Suami Aurel adalah kakak dari Thoriq.

Aurel dalam kontennya mewawancarai adiknya sendiri.

“Tapi aku penasaran, menurut Arsy, King Faaz ganteng gak?”
“Ganteng .. Iya, tapi kan ya semuanya ganteng.”
“Ohh ..”
“Semua cowok ganteng tadi udah dibilangin.”
“Tapi Arsy suka?”
“Arsy suka tapi kan ya tapi ... Arsy suka gak yang berlarut-larut. Iya tapi kan soalnya kan semua cowok kan ganteng tadi udah dibilangin.”
“Iya ... tapi Arsy suka gak?”
“Suka ...”
“Tapi Arsy semua teman kan?”

Oke ... closing dari si kakak semua teman.
Lihat polanya sama dengan si Habib? Menyamarkan yang bathil.

Lanjut ke lingkaran kecil, kedua. 

Ada pertemuan antara King Faaz dengan Rafathar. Paham ya, benang merahnya di mana. Anak siapa Rafathar? Pertemuan yang berlanjut, sampai Arsy disuruh pilih di antara dua bocah cowok itu.

Kesimpulannya lingkaran itu sama-sama mendukung pacaran sejak usia dini. Lantas pantaskah muslim yang melabeli mereka dengan label saleh, saleha?

Jika tren dan perbuatan di kalangan mereka tak dapat dikontrol. Tapi masing-masing muslim punya untuk mengontrol pilihannya sendiri. 

Seperti apa yang patut dicontoh?

Betul, bukan tugas kita memberi cap tempat surga neraka pada semua yang masih hidup. Semua manusia fitrahnya adalah Islam, maka selama masih ada napas di dunia, berarti kesempatan bertaubat ke jalan lurus-Nya masih terbuka.

Tapi kita dibekali dengan ilmu.
Iqra ...
Bacalah ...
Cerdaslah ...
Cerdaslah wahai pemilik rahim peradaban. Jadikan generasi penerusmu berlandaskan ilmu Allah, Al Quran dan Hadis. 

Dimulai dari diri sendiri. Sudah seberapa jauh mengenal Rasulullah Muhammad yang namanya disebut dalam syahadat?

Sejauh mana kemurnian syahadat kita terjaga? Mengenal Baginda Nabi, manusia paling mulia, akan membuat kita mengenal lingkaran manusia-manusia pilihan Allah lain.

Lingkaran pertemanan, adalah apa yang menjadi diri kita.
Rasulullah bersabda : Seseorang tergantung pada agama teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat siapa yang dia jadikan teman dekat.”

Mengapa saya menuliskan ini?

Pertama ini sepanjang umur saya lebih banyak menghabiskan waktu sebagai seorang liberal, baik sikap maupun lingkungan pergaulan. Ada beberapa kalangan selebritis, pejabat, tokoh yang sedikit banyak saya pernah berinteraksi dengan mereka. Sedikit paham bagaimana dunia mereka.

Kedua dunia selebritis menjadi bahan riset di novel kedua dan kelima saya, juga beberapa cerita di Sandiwara Bumi.
Mengapa dunia selebritis? Karena lewat inilah musuh Islam gencar meluncurkan senjata pemusnah akidah. Dengan semakin banyak mereka yang dijadikan idola, terutama kaum muda, maka diharapkan kejayaan dan kebangkitan Islam akan semakin jauh dari terwujud.

“Biarin aja. itu urusan mereka! Mereka kan gak suruh orang suka sama mereka!”

Begini saudara saudariku. Kalau ada emak-emak, yang sampai gregetan, baper, nge-fans padahal tahu : pakai hijab itu wajib, pacaran itu haram. 

Terus pengen punya anak-anak saleh saleha.

Gimana anaknya gak lebih gampang terpengaruh hidup manis dan glamour yang seleb-seleb itu tayangkan dari pagi sampai malam?

Belum lihat koneksinya?

Ada yang tahu video viral, wawancara pacaran anak SMP umur 11 tahun? Yang dijadikan parodi oleh beberapa orang? 

Lucu?

Sekaku ini saya gak bisa tertawa.
Miris. Hal yang dijadikan lucu, dan akhirnya ditiru banyak orang, semakin membuat remaja seusia itu berpendapat.
Begini cara kita diakui, diterima dan terkenal.

Lanjutkan! Semangat! Perjuangkan!

Lucu pada awalnya.

Lupa atau belum atau gak tahu, Allah sudah berfirman dalam Al Quran surat Al Isra ayat 32 :
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan keji. Dan suatu jalan yang buruk.”

Iqra!
Bacalah!
Cerdaslah!
Umat Islam itu yang mau berpikir, bukan yang mau terlena dengan angan yang membuaikan. 

Insyaallah, berpikir belajar ilmu Allah itu tak akan terasa berat. Allah langsung yang bantu.

Pacaran itu pintu zina. 
Kejinya dimana?
Pernah dengar berita seperti ini?

Seorang gadis tewas setelah digilir pacar dan temannya, setelah sebelumnya dicekoki miras.
Sepasang remaja membuang bayinya karena takut ketahuan hamil di luar nikah.
Seorang gadis membunuh bayinya karena pacar lari dari tanggung jawab.
Seorang gadis bunuh diri karena disuruh aborsi sama pacarnya.
Dan banyak lagi.

Semoga sudah paham koneksinya, dengan tidak bermudah mengidolakan kaum fa-sik. Juga dengan ajaran syi-ah yang diselipkan dalam gaya hidup liberal.

Syi-ah itu senjata kaum zio-nis dengan perang pemikiran. Seumur hidup saya baru paham dan belajar sejarah syi-ah dan segala yang berhubungan dengan aliran ini, waktu menulis Semurni Syahadat.

Jadi wajar lebih banyak umat Islam yang belum paham syariat secara benar, karena tertutup gaya hidup suka-suka. Cukup jadi orang baik, maka surga bisa didapat.

Padahal surga itu didapat karena Allah rida. Gimana supaya Allah rida dan sayang sama kita? Pastinya kita harus beriman, dan beramal saleh. Allah maha adil, ada ikhtiar dan doa yang dinilai.

Secara kasat mata dari situ sudah kelihatan. Tiket surga harus diusahakan lewat ketaatan pada syariat. Bukan sekadar menjadi orang baik, menurut versi sendiri.

Semoga di hari-hari akhir Ramadhan, Allah menerima taubat kita semua, mengijinkan kita semua memahami ilmu-Nya dan mengamalkannya sebagai jalan untuk meraih kasih sayang dan rida-Nya.
Mohon maaf untuk yang tak berkenan.

🌷💜🌷

Jazakumullahu khairan
Love you all because Allah

Komentar

Postingan Populer