SUAMIKU PECEMBURU

Suamiku seorang pencemburu. 
Ia tak suka jika laki-laki bersikap ramah padaku. Jika aku terlalu akrab bicara dengan teman laki-laki, suamiku pasti menegurku.

Jika ada tamunya datang, dia menyuruhku merapikan hijabku, merapikan hijab kain antara ruang tamu & ruang tengah, serta tidak membolehkanku masuk ke ruang tamu.

Ia lebih memilih mengambilkan minuman, (aku hanya menyiapkan minum dan mengantarnya sampai dibalik hijab) dan setelah itu ia akan menyajikannya sendiri untuk tamu laki-laki.

Jika tak sengaja hijab ruangan terbuka karna angin, aku disuruhnya masuk kamar sampai tamunya pulang.
Aku hanya boleh menampakkan diri dihadapan tamu laki-laki jika dipanggil & jika aku sudah siap dengan cadar kaos kaki.

Jika dudukku yang kurang rapi, ia segera merapikannya untukku. Ia belikan aku pakaian syar'i, menjulur menutup seluruh tubuh. Ia tak ingin perhiasan miliknya dilihat laki-laki bukan mahromku. 

Seperti harta berharga satu-satunya, dia sungguh menjagaku. 
Jika keluar ia melarangku memakai parfum menyengat, namun tetap berhias & mempercantik diri untuknya.
Ya...aku dibolehkan berhias, karna aku menggunakan niqop, secantik apapun ku berhias yang bisa melihat hanyalah suami & mahramku.

Rupanya ia bukanlah pencemburu buta!

Ia takut Allah murka padanya. 

Betapa takutnya suamiku tidak membiarkan aku mengumbar auratku (meskipun foto tak berkerudung di masa lalu).

Ia tahu setelah menikahiku, dialah yg bertanggung jawab atas sikapku. Ia takut menanggung dosa atas aku. 
Perempuan yg rentan dengan fitnah.
Ia terus menjagaku, karena cinta dan taatnya pada Allah. 

" Beruntunglah kalian, para istri yang bersuamikan laki-laki yg memiliki sifat cemburu dalam hatinya, artinya kalian begitu istimewa dan berharga dimatanya" karena begitulah bunga bidadari-bidadari surga. ❤️

Komentar

Postingan Populer