Pemuda Kahfi ditengah Peradaban Kelam

Dimana lagi akan kutemui Pemuda Kahfi
Yang rela terasingkan demi sebuah kebenaran yang hakiki
Yang terjaga hati dan iman nya karena sebuah keketapan Ilahi
Dimana lagi akan kutemui jiwa-jiwa Pasukan Badar
Yang berani menantang dengan mata menyala
Demi menorehkan nama sang Mulia Perkasa nan Abadi Illahi ya Rabbi
Dengan gagahnya melangkah pasti tanpa sedikit rasa takut akan mati
Meski ia tau anak panah melalang lintang
Hingga tajamnya mampu menebas leher dan memutuskan urat nadi

Lalu mengapa?
Ditengah pertempuran yang diharapkan mendatangkan kabar gembira bagi umat
Pejuang mematahkan pedangnya
Hingga musuh-musuh biadap mampu membobol benteng Kejayaan Islam
Menjarah, Menindas dan Menyiksa
Membunuh dan Menghancurkan generasi masa depan 
Dan Kita ?
Hanya mampu tediam, dan terpana
Oleh pemandangan yang terus menampar batin
Oleh uap angin yang mengabarkan berita duka dari kejauhan

Umat menjerit, memekikkan kepedihan
Ditengah gelapnya malam maupun teriknya siang
Bahkan tiada pelita penyinar yang memberikan cahaya penerang
Semua membisu seakan tidak tahu,
Umat rasul terinjak-injak disana
Hamba Allah berteriak serak mengemis pertolongan
Dan sebagian lagi telah menjadi abu
Kemana kita ??
Bukankah mereka ummat Rasul juga ?
Yang bahkan hak hidupnya pun seharusnya dilindungi
Dalam bingkai Keislaman

Namun kini penunjuk jalan pun turut membungkam
Lalu kapan fajar yang dinanti-nantikan itu datang kembali

Bangkitkan negeri ini
Bongkar peradaban kelam ini
Sudahi semua skenario bejat kaum tidak bertanggung jawab
Lahirkan kembali generasi-generasi harapan
Yang hidup di zaman Rasulillah
Yang setiap langkah nya mampu menumbangkan Kedzoliman

Wajah dunia islam kini semakin memburam
Cerahkan lagi dengan darah perjuanganmu
Wahai Pemuda Kahfi,
Panji Islam telah teramat lama terkulai
dan hanya menanti bangkit kepalmu


Oleh : Anissa
Administrasi Bisnis 16
Universitas Lampung

Komentar

Postingan Populer